Yogyakarta, 13 April 2026 — Ketua KELATNAS (Keluarga Alumni Teknologi Nasional ATNAS–STTNAS–ITNY), Ir. Yunus, mendorong integrasi antara Artificial Intelligence (AI) dan sumber daya manusia (SDM) unggul sebagai strategi utama dalam menjawab tantangan transformasi industri pertambangan.
Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada acara Dies Natalis ke-22 Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTA) Institut Teknologi Nasional Yogyakarta yang berlangsung di Hotel Sahid Raya Babarsari, Yogyakarta, Senin (13/4).
Menurutnya, sektor pertambangan saat ini tengah mengalami perubahan besar yang ditandai dengan digitalisasi, otomatisasi, serta pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan di berbagai lini, mulai dari eksplorasi hingga produksi.
“Artificial Intelligence memberikan kecepatan dan akurasi dalam analisis, sementara human intelligence menghadirkan arah, etika, dan kebijaksanaan. Keduanya harus terintegrasi untuk menciptakan sistem pertambangan yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan,” ujar Ir. Yunus.
Mengusung tema “Human Intelligence and AI Collaboration for an Efficient and Competitive Mining Future”, kegiatan ini dinilai relevan dengan kebutuhan industri saat ini dalam memperkuat daya saing di tingkat nasional maupun global.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua KELATNAS juga menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa HMTA ITNY atas dedikasi dan profesionalisme dalam menyelenggarakan kegiatan.
“Saya melihat langsung bagaimana mahasiswa mempersiapkan kegiatan ini dengan sangat baik, terstruktur, dan penuh semangat. Ini menunjukkan bahwa kapasitas kepemimpinan dan kerja tim telah tumbuh dengan kuat,” katanya.
Ia menegaskan bahwa organisasi kemahasiswaan seperti HMTA memiliki peran strategis sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan, inovasi, dan kolaborasi bagi generasi muda.
Lebih lanjut, Ir. Yunus menekankan bahwa masa depan industri pertambangan Indonesia sangat bergantung pada kualitas SDM yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki kompetensi teknis yang kuat, serta menjunjung tinggi integritas dan keberlanjutan lingkungan.
Menurutnya, dunia kerja menuntut kesiapan yang lebih dari sekadar kemampuan akademik.
“Dunia pertambangan tidak menunggu kita siap, tetapi menuntut kita untuk cepat beradaptasi, belajar, dan berkolaborasi. Bukan hanya kecerdasan yang dibutuhkan, tetapi juga ketangguhan dan integritas,” tegasnya.
Ketua KELATNAS Ir. Yunus mengajak seluruh insan pertambangan untuk bersama-sama membangun masa depan industri yang lebih unggul melalui kolaborasi antara manusia dan teknologi.
Kehadiran
Acara ini turut dihadiri oleh Rektor Setyo Pambudi beserta para Wakil Rektor dan jajaran pimpinan Institut Teknologi Nasional Yogyakarta.
Hadir pula Ketua Dewan Pengarah LSP Tenaga Teknik Pertambangan Nusantara Mayjen TNI (Purn.) Sun Suripto.
Adapun narasumber yang hadir dalam kegiatan ini antara lain:
Priyadi Sutarso
Presiden Direktur PT Adaro Energy Indonesia Tbk dan Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI)
Catur Gunadi
Sekretaris Umum PERHAPI
Okky Chandra Erdiana
Operational Director PT Anggun Permai Tekindo
Imam Achmad Sadisun
Dosen Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung
Yoga Meirizal
Assistant Superintendent DST (Dry Stack Tailing) & Water Management PT Nusa Halmahera Minerals











Leave a Reply