Perjalanan panjang yang ditempuh dari bangku kuliah hingga memimpin daerah di ujung timur Indonesia menjadi bukti bahwa mimpi besar selalu menemukan jalannya.
Tiga puluh tahun berlalu, waktu akhirnya mempertemukannya kembali dengan para dosen yang dahulu membimbingnya di STTNAS.
Pelukan hangat yang tercipta malam ini di yogya (22/2/2026) bukan sekadar temu rindu, tetapi simbol penghormatan, rasa terima kasih, dan jejak ilmu yang telah membentuk perjalanan hidupnya.
Di panggung Kelatnas Leadership Forum (KLF), Bupati Spei Yan Bidana akan berdiri bukan hanya sebagai kepala daerah, tetapi sebagai inspirasi hidup:
bahwa anak daerah mampu memimpin, bahwa ilmu yang ditanamkan guru tak pernah sia-sia, dan bahwa pengabdian adalah bentuk tertinggi dari kesuksesan.
Kisahnya mengingatkan kita
dari kampus, untuk bangsa…
dari mimpi, menjadi pengabdian…
dan dari pertemuan kembali, lahir semangat baru untuk membangun Indonesia.











Leave a Reply