Bangga Alumni : Bupati Spei Siap Hadir di KLF 2026
Sang Arsitek Peradaban dari Jantung Pegunungan Papua
Lahir pada 22 Maret 1977, Spei Yan Bidana adalah seorang teknokrat sejati. Pendidikan tingginya di Teknik Geologi STTNAS Yogyakarta (Angkatan 1996) bukan sekadar gelar, melainkan cara pandang. Sebagai ahli geologi, ia terlatih melihat potensi di balik kerasnya medan pegunungan.
Visi teknokratisnya semakin tajam dengan gelar S2 Magister Pengelolaan Lingkungan (2003), menjadikannya pemimpin yang tidak hanya membangun fisik, tapi juga menjaga keseimbangan alam.
Rekam Jejak Birokrasi:
Matang dalam Pengabdian sebelum dipercaya memimpin daerah, beliau meniti karir dari bawah di Bappeda Pegunungan Bintang.
Pengalaman ini adalah “kawah candradimuka” yang membentuknya menjadi pakar kebijakan publik:
2003 – 2010: Menata dari dasar sebagai Staf, Kasi Lingkungan, hingga Kabid Ekonomi.
2010 – 2015: Menjadi motor penggerak pembangunan sebagai Kabid Fispra hingga menjabat Kepala Bappeda.
2018 – 2020: Meluaskan pengabdian di tingkat provinsi sebagai Kepala Cabang Dinas ESDM Provinsi Papua.
Sebagai Bupati Pegunungan Bintang selama dua periode, Pak Spei melakukan lompatan kuantum bagi daerahnya:
Prestasi Transparansi: Berhasil mencetak sejarah dengan raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Di bawah kepemimpinannya, tata kelola keuangan bukan lagi beban, melainkan kebanggaan.
Visi Infrastruktur: Membangun konektivitas dengan menjadikan Bandara Oksibil sebagai jantung ekonomi untuk memutus isolasi geografis.
Akselerasi SDM: Dalam mempercepat pembangunan sumber daya manusia di daerah perbatasan RI-PNG dan pedalaman terbelakang, pemerintah daerah mengirimkan 200 mahasiswa ke Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), 100 tenaga guru, 100 perawat, serta sejumlah master dan dokter ke berbagai universitas di Indonesia dan luar negeri. Selain itu, mendirikan Universitas Okmin Papua (UOP) dengan jurusan Pendidikan, Bahasa Inggris, Matematika, Agroteknologi, Antropologi, dan Biologi, sebagai pusat pengembangan SDM unggul di Pegunungan Bintang.
Melalui Program Sekolah Rakyat, beliau memastikan kecerdasan adalah hak setiap anak di pelosok Papua, sinergi kuat dengan program pusat untuk mencetak SDM unggul.
Pusat Sains, Seni & Olahraga: Pegunungan Bintang telah dicanangkan sebagai pusat pengembangan sains, seni, dan olahraga, sekaligus menjadi laboratorium alam untuk inovasi pendidikan dan budaya
Dengan kekayaan alam ini, Bupati Spei menggagas Kabupaten Konservasi atau pembangunan berkelanjutan, yang selaras dengan pengelolaan sumber daya air dan lingkungan, sekaligus menjaga keanekaragaman hayati.
Wilayah Pegunungan Bintang juga menjadi pusat kebudayaan Melanesia, membentang dari Sorong hingga Samarai. Daerah Okmekmin dikukuhkan sebagai pusat kebudayaan Melanesia dari 26 wilayah kebudayaan di Papua, menjadikannya simbol pelestarian budaya sekaligus penguatan identitas lokal.
Memperjuangkan Aspirasi Rakyat
Karisma kepemimpinannya diakui secara luas hingga ia dipercaya memegang tongkat estafet kepemimpinan politik:
Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Pegunungan Bintang (2022–2024).
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua Pegunungan (2025–2030). Posisi ini menjadikannya tokoh kunci dalam menyelaraskan aspirasi masyarakat adat dengan kebijakan strategis nasional.
Kehadiran di Kelatnas Leadership Forum 2026
Kini, “Sang Geolog” kembali ke Yogyakarta—kota yang membentuk pemikiran kritisnya—untuk berbagi kunci sukses memimpin di medan yang penuh tantangan.
📍 Yogyakarta
📅 24 Februari 2026











Leave a Reply