KELATNAS

Bersatu – Solid – Berkontribusi

Mengenal Lebih Dekat Sosok Ketua KELATNAS (ATNas-STTNas-ITNY)

​Ir. Yunus: Nakhoda Industri Alat Berat dan Pengabdian Tanpa Batas bagi KELATNAS

​Di dunia manufaktur dan komponen alat berat tanah air, nama Ir. Yunus bukan sekadar pelaku usaha. Beliau adalah representasi dari kegigihan, adaptabilitas, dan semangat komunitas yang tak kunjung padam. Dari ruang-ruang diskusi teknik di PT United Tractors hingga memimpin organisasi alumni berskala nasional, perjalanan hidup Yunus adalah potret dedikasi seorang insinyur yang bertransformasi menjadi pemimpin industri yang disegani.

Dari Palembang Menuju Panggung Nasional
​Lahir pada 26 Maret 1957, Yunus menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Palembang sebelum akhirnya mendalami ilmu teknik. Semangat belajarnya yang tinggi membawanya meraih gelar Sarjana Muda dari Atnas pada 1979, dan kemudian menuntaskan gelar S1 di STTNas pada 1994. Sebuah perjuangan pendidikan yang tidak mudah, di mana ia harus membagi waktu antara pekerjaan di Cilegon dan ujian akhir serta pendadaran di Yogyakarta.
​Karier profesionalnya bermula di PT United Tractors (UT) pada Maret 1980. Selama 18 tahun, Yunus mengasah keahliannya mulai dari posisi engineer hingga merambah ke dunia marketing. Namun, krisis moneter 1998 menjadi titik balik. Alih-alih menyerah pada keadaan, kebijakan pengurangan karyawan justru menjadi batu loncatan bagi Yunus untuk sepenuhnya fokus membesarkan usaha fabrikasi komponen alat berat yang sebenarnya sudah ia rintis sejak 1994.

​Eksistensi di Industri Fabrikasi Heavy Equipment
​Kini, di bawah tangan dinginnya, usaha yang dijalankannya telah menjadi mitra strategis bagi raksasa industri alat berat dunia. Daftar kliennya merupakan deretan nama besar seperti PT United Tractors, PT Sumitomo Heavy Industries (SCMI), PT Kobelco, PT Hitachi (HCMI), PT Kobexindo, PT Uniquip, PT Sany, PT XCMG, hingga PT Arkato.
​Kepercayaan ini dibangun di atas fondasi kompetensi internasional. Pengalaman mulai dari training aplikasi truk di MAN Truck Munich, Jerman (1991) hingga berbagai pelatihan manajemen kualitas dan produksi di AOTS Jepang membentuk standar kerja Yunus yang tinggi. Sebagai anggota YDBA (Yayasan Dharma Bakti Astra), ia juga aktif melakukan studi banding ke Vietnam, China, hingga Jerman untuk memastikan industrinya tetap kompetitif di kancah global.

Menjaga Marwah Organisasi: Kepemimpinan di KELATNAS

​Di luar kesibukan bisnis, Yunus dikenal sebagai sosok organisatoris yang kuat. Perannya mencakup berbagai asosiasi bergengsi seperti anggota PIKKO (industri otomotif), Ketua Keanggotaan PIKKI (komponen kapal), anggota HINABI (alat berat), hingga PIKKA (komponen kereta api).
​Pengabdian lainnya yang juga paling menonjol ada pada KELATNAS (Keluarga Alumni Teknologi Nasional Atnas-Sttnas-ITNY)Yogyakarta
Setelah sukses menjadi penggerak Reuni Akbar 2016, Yunus terpilih secara aklamasi sebagai Ketua KELATNAS pada Desember 2019. Meski sempat terhenti karena pandemi COVID-19, komitmennya tetap membara hingga ia kembali terpilih dalam Mubes November 2025 untuk memimpin periode 2025-2028.

​Harmoni dan Kebanggaan dalam Keluarga

​Di balik ketegasan memimpin industri, Ir. Yunus adalah sosok kepala keluarga yang sangat mengedepankan pendidikan dan keharmonisan. Bersama istri tercinta, Ibu Sarkies Achyani, beliau telah berhasil membimbing ketiga putrinya meraih kesuksesan:
​Ajeng Yuanita, S.Farm., Apt., seorang apoteker yang bersuamikan AKBP Chandra C.K.
​Wienda Ayu Pramithasari, SE., M.Sc., pakar ekonomi yang bersuamikan Arnold Hilal Budiman, SH., MM.
​Dr. Jessica Ayu Octaviani, yang mengabdikan diri di dunia medis, bersuamikan AKP Kanzi P.
​Kebahagiaan Ir. Yunus kini semakin lengkap dengan kehadiran lima orang cucu yang menjadi sumber inspirasi dan keceriaan di masa depannya.

Menetap di kawasan Kemang Pratama, Bekasi, kediaman beliau selalu menjadi tempat hangat bagi keluarga besar untuk berkumpul.
​Perjalanan Ir. Yunus mengajarkan kita bahwa sebuah krisis bukanlah akhir, melainkan pintu menuju peluang baru bagi mereka yang berani melangkah. Dengan mengawinkan ketajaman logika seorang insinyur dan kehangatan hati seorang pemimpin komunitas, beliau membuktikan bahwa kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari kokohnya komponen alat berat yang ia produksi, tetapi dari seberapa kuat jaringan persaudaraan yang ia bangun dan seberapa besar manfaat yang ia bagikan bagi sesama. Sebab pada akhirnya, warisan terbaik seorang manusia adalah integritas yang tak tergoyahkan oleh zaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *