KELATNAS

Bersatu – Solid – Berkontribusi

50 Tahun Menanti: Kisah Pak Zirmahadi di Reuni Akbar Kelatnas 2025

zirmahadi

Yogyakarta, 22 November 2025 — Udara pagi Jogja hari itu terasa berbeda bagi Pak Zirmahadi. Sebagai alumni Teknik Mesin ATNAS angkatan 1974, langkah kakinya di lobi Merapi Merbabu Hotel bukan sekadar langkah biasa. Itu adalah langkah “pulang” setelah 50 tahun lamanya ia meninggalkan kota kenangan ini.

Getaran di Merapi Merbabu Hotel

Sejak jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WIB, Pak Zirmahadi sudah bersiap. Mengenakan pakaian terbaiknya, wajahnya tampak segar dan sumringah. Setiap kali pintu lobi terbuka dan sosok-sosok seangkatannya muncul, matanya berbinar mencari sisa-sisa wajah masa muda di balik guratan usia.

Ia sempat tertegun sejenak, memandangi keramaian itu sambil bergumam, “Saya sudah 50 tahun baru datang lagi ke Jogja. Rasanya seperti mimpi bisa melihat wajah-wajah sahabat ini lagi. Bahagia sekali bisa berjumpa teman seangkatan, semuanya masih punya semangat yang sama.”

Jejak Pengabdian: Dari Pasaman hingga ESDM

Perjalanan hidup Pak Zirmahadi adalah bukti dedikasi seorang rimbawan teknik. Setelah lulus dan wisuda dari ATNAS pada tahun 1979, ia memulai pengabdiannya sebagai PNS di Dinas PU Kabupaten Pasaman, wilayah paling utara di Sumatera Barat, pada tahun 1982.

Gema otonomi daerah pada tahun 2000 membawanya pindah ke Dinas ESDM Provinsi Sumatera Barat. Di sinilah kompetensi teknisnya semakin terasah. Meski dasar keilmuannya adalah teknik mesin, tugas di Dinas ESDM membuatnya sering melanglang buana ke Bandung untuk mengikuti penataran dan simposium geologi. Kariernya pun memuncak dengan amanah sebagai Sekretaris Dinas ESDM hingga masa purnabakti di tahun 2010.

Antara Teknik, Filsafat, dan Kemanusiaan

Ada sisi menarik yang jarang diketahui orang lain. Sebelum memantapkan hati di ATNAS, Pak Zirmahadi sebenarnya diterima di Fakultas Filsafat UGM. Namun, restu orang tua yang menginginkannya masuk jurusan teknik membuatnya memilih ATNAS.

Darah filsafat itu tidak pernah kering.

Selama bertugas di Padang, ia justru memperdalam ilmu tentang perilaku manusia dan pemahaman kewarganegaraan hingga meraih ijazah S1 dan Akta IV. Perpaduan antara logika teknik dan kedalaman filsafat inilah yang membuatnya tetap produktif di masa pensiun sebagai Konsultan Personal di bidang Usaha Pertambangan.

Filosofi “Satu Rasa” yang Menggetarkan

Ketertarikan Pak Zirmahadi pada tema reuni ini begitu besar. Sebelum acara dimulai, ia sengaja menghampiri meja panitia untuk mengungkapkan kekagumannya pada slogan: “Beda Masa, Beda Cerita, Satu Rasa”.

Bagi beliau, tema ini adalah potret perjalanan hidup:

“Ini bukan sekadar kalimat indah. Meski kita lulus di tahun yang berbeda, menempuh jalan hidup sebagai pengusaha, pejabat, atau pendidik, namun saat kaki menginjak bumi ATNAS/ITNY, semua atribut itu tanggal. Kita kembali menjadi alumni yang satu rasa—rasa senasib, rasa seperjuangan, dan rasa bangga sebagai orang teknik.”

Momen Puncak: Nostalgia di Bawah Langit Babarsari

Sepanjang acara, Pak Zirmahadi tampak asyik bercengkerama dengan para sahabat seangkatan. Perbedaan tahun angkatan seolah hilang; mereka tertawa lepas menceritakan kembali kisah-kisah konyol saat praktikum atau ujian yang sulit di masa lalu.

Puncaknya adalah saat sesi malam di kampus ITNY Babarsari. Di bawah lampu-lampu kampus yang temaram namun hangat, Pak Zirmahadi memandangi gedung-gedung modern yang kini berdiri megah.

“Kampus kita sudah berubah menjadi hebat. Melihat mahasiswa saat ini lalu lalang, saya seperti melihat diri saya sendiri 50 tahun yang lalu,” tuturnya haru.

Pesan untuk Masa Depan

Menjelang akhir acara, di tengah alunan lagu lama dan pelukan perpisahan, Pak Zirmahadi menyampaikan secercah doa:

“Semoga reuni ini menjadi pengingat bahwa kita tidak pernah sendirian. Semoga ITNY terus tumbuh menjadi mercusuar ilmu teknik di Indonesia. Dan yang paling penting, jangan tunggu 50 tahun lagi untuk bertemu, karena persaudaraan ini adalah harta kita yang paling berharga.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *